Raedu Basha
Raedu Basha adalah penyair muda dari Madura yang kini sedang menempa diri di Yogyakarta. Matapangara adalah antologi puisi tunggalnya yang pertama. Buku ini dicetak pertama kali pada Juli 2014, kemudian dicetak ulang pada November 2014, dan pada Februari 2015 dicetak untuk ketiga kalinya. Ada 27 sajak Raedu yang terhimpun dalam buku ini. Sajak-sajak itu ditulis sejak tahun 2006 sampai tahun 2014. Dalam endorsement, Abdul Hadi WM mengatakan bahwa Raedu penyair muda berbakat. Beberapa langkah lagi ia dapat diharapkan muncul dengan sajak-sajak yang bernas. Menurut M. Faizi, puisi Raedu tampak khas ketika ditulis dalam bentuk narasi, panjang, serta dibumbui nama-nama, ruang dan waktu. Raedu mengutamakan permainan kopula sebagai ciri khas statement-metafornya.
Dari sisi tema, menurut Natalia Laskowska, seorang ahli Indonesian Studies di Polandia, sajak-sajak Raedu menunjukkan betapa jauh manusia modern dari Pencipta dan tampak susah payah mencari jalan untuk bisa kembali lebih dekat. Sedangkan menurut Faruk HT, puisi Raedu mengantarkan perubahan paradigma dari Timur ke Barat. Sebagai penyair kelahiran Madura, aroma Madura tampak melekat dalam sajak-sajak Raedu. Secara umum, sajak-sajaknya mengungkapkan kegelisahan seorang yang sedang melihat Madura, manusia modern, tradisi yang sedang “tercabik”. Kegelisahan itu diungkapkan oleh Raedu dalam semantik yang jelas dan sederhana. Manusia tradisi dipandang sebagai agen yang sedang bergeser menuju cita-cita luhur namun dengan mengambil jalan yang justru mengacaukan keluhuran cita-cita itu.
◄ Nersalya Renata |
Sisca Soewitomo ► |



















